Minggu, 15 Juli 2007

maafkan aku


kisah nyata.
minggu. 15 juli 2007

malam minggu itu ana LQ, di mujahid koto tingga, diakhir majelis ana diberi tugas untuk menghadiri temu kader di koperitis khatob sulaiman padang. ana tidak tahu sebenarnya tempat tersebut tetapi untuk informasi lokasi tempat itu ana dapat dekat Telkom. dengan demikian ana dapat gambaran tentang tempat tersebut.
disisi lain ana telah membuat janji oleh teman-teman se-wisma untuk jalan-jalan hari minggu ke pasar dsk.
keesokan harinya ana telah memutuskan untuk memenuhi janji dengan teman se-wisma dengan tidak mengurangi hormat kepada murobbiku karena perasaan untuk melakukan janji ini yang tidak sepenuh hati.
kami berangkat dari wisma pukul 10.00 wib dan rute kami untuk hari itu adalah plaza andalas, pasar raya, beli sepeda dan endingnya di taplau (tapi laut). setiba kami di sari anggrek kami berjalan menuju plaza andalas dan setiba disana kami langsang menuju lantai emapat dan mencari peralatan-peralatan bengkel!!! biasa laki-laki}
setelah muter-muter sampai pusing, untung kepala ga muter! kami turun dan langsung keluar dan bergarak ke rute ke dua yakni pasar raya. kami di sini muter-muter juga dan lebih berat untuk mencari sepda second untukku. setelah melalui perjuangan panjang dan setelah menimbang dst... ana akhirnya telah membeli sepada second dengan harga Rp 208.000,- dengan kkondisi alhamdulillah masih baik. antum dapat lihat di wisma ana (wisma ukhuwah).
setalah itu, kita berjalan lagi menuju taplau dan melepaskan semuanya (suntuk, pusing karena muter-muter, dsb...). Ooo0P ana lupa menceritakan kalau kita sholatnya di " " ana lupa nama mesjidnya tapi posisinya di pasar raya betul.

sunset.. angin dan ombak ternyata menyejukkan hati....
subhanallah...berkali-kali

setelah pulang diputuskan bahwa ana pulang dengan sepeda dan teman-teman yang lain dengan mobil lurus.

ana kecapean dengan mengendarai sepeda, dan tipa di anduring ternyata sepeda tidak prima lagi karena pedalnya lose dan ujian atau bahasa ana "antum kualat" di mulai....!!

ana terpaksa berjalan bersama-sama dengan sepada dari anduring hinggga pasar baru...

ibroh yang ana dan antum dapat ambil mungkin ya...
1. sepeda ana cara berkenalannya kayak gitu
2. keputusan yang salah akan berakibat fatal untuk kita
3. jangan terlena dengan nikmat yang bersipat sementara (jalan-jalan,taplau dst..)
4. murobbi terkadang bisa dianggap orang tua kita
5. dst.........

Tidak ada komentar: